1/21/2010

Berbisnis Merchandise Pin

Seringkali berbisnis merchandise atau pernak-pernik kecil seperti pin bisa dikatakan sebagai bisnis yang sangat jarang dilakukan sekali oleh kebanyakan orang, maka saya disini akan mencoba bagaimana membuat sebuah bisnis plan merchandise pin. Kebanyakan organisasi, perusahaan, atau sebuah komunitas memerlukan sebuah identitas ataupun jika ada acara ceremonial entah itu yang menyangkut ulang tahun perusahaan, Gathering, atau seminar, biasanya membutuhkan pernak-pernik kecil seperti pin untuk dijadikan sebagai penanda ataupun slogan acara yang dilakukan oleh suatu perusahaan maupun organisasi tertentu.





merchandise pin ini dibuat berdasarkan sesuai permintaan customer, tema dan sebagainya customer lah yang menentukannya, dari pihak pembuat pin akan menyelaraskan tema dengan permintaan dari customer yang memesannya.


Secara Perhitungan untuk melakukan bisnis merchandise pin ini perkiraan kebutuhan modal awalnya adalah :

    1. Mesin cetak pembuat pin ukuran medium @ Rp. 150.000-250.000 ( Bisa ditemukan di Toys Ur Us Shop ), dalam hal ini 4 buah yang dibutuhkan. @ 4 x Rp. 150.000 = Rp. 600.000
2. 2 Perangkat unit komputer second yg memiliki spesifikasi minimal intel pentium 4,
dengan memori 512 MB DDR, HDD 10 GB, dan telah terinstall software adobe illustrator.
@ 2 x Rp. 2.500.000 = Rp. 5.000.000

3. Scanner @ Rp. 900.000

4. Sambungan internet @ Rp. 2.000.000/bulan

Total = Rp. 8.500.000,-


Ongkos Rutin Bulanan :

Listrik + Telepon = Rp. 1.000.000 ( Perkiraan )
Internet Provider = Rp. 2.000.000/ bulan

Total = Rp. 3.000.000




Estimasi Pemasukan


Diperkirakan bisa menjual :

Pin 500 buah ( order dalam sebulan ) @ Rp. 25.000 = Rp. 12.500.000





Kesimpulan


Sehingga Estimasi Keuntungan dalam sebulan yaitu ; Rp. 12.500.000 - Rp. 8.500.000 = Rp.

4.000.000



Mengingat hal ini baru bersifat business plan mungkin masih terdapat beberapa kekurangan yang belum saya cantumkan di sini. sehingga jika ada kekeliruan mohon dimaklumi. terima kasih. senang bisa berbagi ilmu pengetahuan.


rio, january 21 2010